Ape on The Roof - Ape-O-Lution
AOTR kini telah resmi bergabung ke dalam keluarga besar Aksara Records dengan dirilisnya album kedua AOTR yang berjudul “APE-O-LUTION” (Abandon All Logic)” dengan lagu Everybody Wants To Be A DJ sebagai single pertama yang dipilih.
VOX - Pada Awalnya
Ibarat sebuah set menu makanan yang bervariasi dan menggugah selera, begitu pula halnya dengan album Pada Awalnya ini. Kaya rasa dan mengenyangkan.
Lagu ‘Pada Awalnya’, menjadi menu pembuka yang sempurna. Lagu pertama yang mereka tulis ini sekaligus menjadi singel pertama dari album perdana ini. “Beat-nya bersemangat dan liriknya positif. Lagu ini adalah perkenalan bagi siapa saja yang ingin mendengar musik VOX lebih lanjut,” ungkap Joseph. Sementara lagu ‘Surabaya#1’ dan ‘Ingatkah Pertama’ cocok dijadikan hidangan utama. ‘Surabaya #1’ yang klimaktik dan berenergi adalah sebuah tribut untuk kota tercinta mereka. “Dalam lagu ini ada lirik tentang sungai yang menghubungkan rumah-rumah kami dan selalu kami lalui saat berangkat latihan,” cerita Joseph lagi. Sedangkan lagu ‘Ingatkah Pertama’ bercerita tentang tentang wafatnya seorang teman dan jatuh bangun band yang ditinggalkan. Hadirnya warna musik blues dan soul dalam lagu bertempo lambat ini, membuatnya tak berkesan mendayu-dayu.
Friday - Sitting On Anything Cold
Pada bulan Juni 2006, Friday telah merilis full album yang bertitle “Sitting On Anything Cold” yang berisi 12 lagu dengan single terbaru berjudul Croma, masih bernuansa gelap namun mudah dicerna. Album ini adalah kelanjutan dari album mindtogetclose e.p. yang di mixing dan di mastering oleh J Vanco di The Vortex Studio Seatle USA, dirilis oleh Tadpole Records dan didistribusi kan oleh Aksara Records.
Thom Yorke - The Eraser
Satu lagi persembahan Aksara Records untuk publik musik Indonesia, sebuah album yang rilisannya cukup lama ditunggu oleh para penikmat musik dan fans Radiohead pada khususnya. Sebuah proyek album dari Thom Yorke berjudul The Eraser.
The Brandals - The Brandals
Jakarta, 22 Mei 2006 – Aksara Records mempersembahkan album repackaged The Brandals dari kelompok musik The Brandals. Album ini merupakan kemasan ulang dari album perdana mereka dengan judul yang sama, yang dirilis pada Desember 2003 di bawah naungan Sirkus Record. Dirilis hanya dengan format kaset, album ini telah terjual sebanyak 8.000 unit. Kali ini hadir pertama kalinya dalam format CD, secara resmi album ini menandai bergabungnya The Brandals bersama Aksara Records.
Various Artists - Jazz Masa Kini: The New Wave of Indonesian Jazz
Setelah JKT:SKRG dan Jakarta Movement ’05 yang berisi kompilasi musik rock dan elektronik independen di Jakarta, Aksara Records merilis sebuah album kompilasi Jazz berjudul Jazz Masa Kini, The New Wave of Indonesian Jazz, sebagai kelanjutan dari usaha mendokumentasikan berbagai scene musik di Indonesia, khususnya di Jakarta.
Various Artists - jkt:skrg
An archive of sounds from the underground rock scene in Jakarta, 2003-2004. This compilation features 12 artists: C’mon Lennon, The Brandals, The Upstairs, Sajama Cut, Sore, The Adams, Teenage Death Star, Seringai, The Upstairs, Zeke & The Popo, The Sastro.
Goodnight Electric - Love, and Turbo Action
Pada pertengahan bulan April, H.F.M.F records merilis kembali Goodnight Electric “Love and Turbo Action” re-package silver album dalam bentuk CD dan kaset, dengan 3 materi tambahan, yaitu remix dari The Adams, DJ Oreo dan ApeOnTheRoof.
Various Artists - OST Janji Joni
Touted as the best soundtrack ever to accompany an Indonesian film, OST Janji Joni represents various sounds in Indonesia’s burgeoning independent music scene. It ranges from electronica (Ape on the Roof) to psychedelic rock (the Jonis) to retro pop (White Shoes and the Couples Company). It includes chart-toppers “Senandung Maaf” by White Shoes and the Couples Company and “Waiting” by the Adams. In Indonesia, OST Janji Joni was released to enthusiastic response by both music fans and critics alike. The soundtrack is an essential part of Janji Joni, injecting adrenaline into the fun, fast-paced experience.
Various Artists - OST Berbagi Suami
After the success of Janji Joni, we are once again collaborating with Kalyana Shira Films in producing the original motion picture soundtrack to Berbagi Suami, Nia Dinata?s third directorial feature, that tells the story of three women from three different social classes and ethnic backgrounds united by the same predicament of having to share their domestic life and the love of one man with several women. Over the course of a day, their lives intersect without realizing that they share a similar story.
Vampire Weekend - Vampire Weekend
Album perdana mereka yang memakan waktu kurang lebih 18 bulan, dimulai dari ruangan berukuran terlalu kecil di kampus Columbia University sampai berakhir di gudang yang dijadikan studio bernama Treefort di DUMBO, Brooklyn. Selama berjalan, band ini main dari mulai teater kampus Alma Mater, sampai show-show yang terjual habis di New York ditempat-tempat seperti The Bowery Ballroom dan the Music Hall of Williamsburg, juga opening untuk band Animal Collective di Webster Hall.
The Adams - The Adams
This debut album features 90s fuzzy power-pop meets early Chandra Darusman pop delights. The Adams share Ario and Beni with the Upstairs (featured on aks 001 JKT:SKRG), and Saleh also plays with White Shoes and the Couples Company (aks 006).
White Shoes & The Couples Company merekam albumnya di bawah naungan perusahaan rekaman Aksara Records berisikan 11 lagu. Album diproduksi dalam bentuk CD dan kaset, dirilis oleh Aksara Records dan didistribusikan oleh Universal Music Indonesia.
Sore - Centralismo
Centralismo sendiri adalah sebuah album yang didedikasikan untuk wilayah Jakarta Pusat, di mana memang sebagai besar personilnya dibesarkan dan menimba ilmu. Sebelum Centralismo dibuat, SORE telah merilis satu mini album berjudul Ambang pada tahun 2003 dan tiga single, yakni Etalase (2002), Cermin (2004), dan Funk The Hole (2005). Cermin sendiri masuk dalam kompilasi rilisan Aksara Records, JKT:SKRG, sebuah album kompilasi yang menggambarkan tentang perjalanan musik indie di Jakarta. Sementara itu, Funk The Hole masuk dalam kompilasi OST Janji Joni, masih produksi dari Aksara Records.
Tika - Defrosted Love Songs
Tahun 2006, Aksara Records yang sudah lama melirik Tika mengeluarkan versi baru dari album tersebut berupa enhanced CD yang diberi judul Defrosted Love Songs dengan menambahkan satu lagu baru You Belong To Me, dua lagu remixed Waiting For 2.3 dan Still Under Their Feet, dan bonus dua video clip Under Their Feet dan Waiting For 2.00. Album ini mulai beredar di pertengahan bulan Februari 2006.
Various Artists - Jakarta Movement '05
A celebration of Indonesian electronica featuring local artists on 2 CDs (uptempo and downtempo) who have performed in a Jakarta’s largest annual dance event of the same name. The first video clip from this album features Agrikulture.
Arctic Monkeys - Favourite Worst Nightmare
Favourite Worst Nightmare adalah aksi kedua dalam kisah Arctic Monkeys. Sebuah perjalanan super cepat penuh warna melalui musik punk yang gila dan juga irama kepahlawanan lantai dansa yang penuh gitar. Begitu cepat dan benar-benar keras. Sebuah keriuhan brilian yang menjadi bukti bahwa Arctic Monkeys tidak hanya menawarkan lagu-lagu pop belaka. Setidaknya secara musical ia meneruskan lagu-lagu terakhir yang mereka karang untuk album Whatever…; “View from the Afternoon,” “From the Ritz to the Rubble,” dan “Vampires.” Konsep akan sebuah rekaman yang cepat dan menghentak selalu menjadi bagian dari rencana. Mereka memang memiliki lagu-lagu yang lambat, tetapi sebagaimana yang Alex Turner jelaskan,”Lagu-lagu tersebut kurang asik untuk dibawakan. Maka kami lebih memilih mengerjakan lagu-lagu yang memang asik. Kami tidak terlalu ingin lagu-lagu kami menunjukkan ‘kedewasaan’.”