|
WHITE SHOES AND THE COUPLES COMPANY Invade the U.S.A |
|
Minggu, 30 Maret 2008 |
Coming soon: cerita dan foto-foto mereka di Festival musik SXSW Austin Texas, Amoeba record store SF, Make Out Room SF!!
 At Haight & Ashbury road, San Francisco
 At Amoeba record store
|
|
|
Press Release: The Teenagers |
|
Selasa, 04 Maret 2008 |
The Teenagers Reality Check Dengan tebaran feromon dan dengkuran hangat gitar elektrik, sambutlah para penyelamat indie pop Prancis, The Teenagers. Dengan hype yang telah terbangun di sepanjang tahun 2007 lalu, mereka siap membuat pesta prom yang lebih nakal dan dahsyat di seluruh penjuru bumi melalui album debut, Reality Check. Terdiri dari tiga pemuda manis berusia 20-an, penyanyi utama Quentin Delafon, gitaris/pemain synthesizer Dorian Dumont dan pemain bass Michael Szpiner, The Teenagers adalah sebuah band yang tidak mungkin berasal dari luar Paris. Sound mereka dibentuk dengan melodi pop emas sebagai tulang punggungnya, ditingkahi dengan visi musikal yang tak lazim – dibungkus dengan humor sarkastik dan soft focus khas Sofia Coppola. |
|
Read more...
|
|
|
Press Release: Vampire Weekend |
|
Selasa, 04 Maret 2008 |
Pada musim gugur 2005, Ezra Koenig bertanya-tanya tentang asal usul tema gaya ‘preppiness’, atau yang sering ditemukan pada gaya berpakaian eksekutif muda Inggris. Seperti, apakah celana khaki itu? Dari mana asalnya? Pada musim panas sebelumnya ia keliling India, juga mengadakan tour sepanjang Amerika tapi sebagai anggota band The Dirty Projectors. Pada saat yang bersamaan, Rostam Batmanglij berhasil mendapatkan kunci pintu ruangan piano harpsichord di Columbia University. Ia mengambil kelas film scoring di daerah pusat kota dan menyewa apartemen di Morningside Heights, New York.
Pada universitas Columbia, Ezra memilih jurusan Sastra Ingris dan Rostam mengambil jurusan Musik. Saat kuliahnya hampir kelar, mereka membentuk Vampire Weekend dengan drummer Christopher Tomson dan bassis Chris Baio.
|
|
Read more...
|
|
|
Goodnight Electric: 5 Asian Acts to Watch in 2008 |
|
Rabu, 23 Januari 2008 |
|
By LARA DAY source: Time 
Goodnight Electric This trio of 1980s revivalists blends bleeps and beats with a winning hint of self-mockery
Taking their cue from '80s synth-pop acts like Devo and the Human League, Goodnight Electric aim to make "danceable music," explains Henry Foundation, 30. He started the band as a solo project in 2003 before enlisting the help of his art-school friends Oomleo, 29, and Bondi Goodboy, 30. By all accounts, their aim is being fulfilled. Their live show is winning them a growing following in their native Indonesia as well as in Singapore and Malaysia, their videos are on heavy rotation on Channel [V], and they even enjoy a sponsorship deal with Adidas. It helps that the band looks as good as it sounds. "To us, presentation is important to the package," says Foundation. In
|
|
Read more...
|
|
|
Radiohead’s “In Rainbows” |
|
Rabu, 16 Januari 2008 |

Sudah resmi: XL Recordings telah mengambil Radiohead untuk merilis album terbarunya ‘In Rainbows’ secara fisikal setelah menjualnya OnLine beberapa bulan yang lalu. Di Indonesia sendiri album Radiohead dirilis oleh independent label Aksara Records. XL Recordings dan Aksara Records sudah menjalin kerjasama terdahulu merilis M.I.A, Basement Jaxx dan juga album solo Thom Yorke tahun 2006 lalu ‘Eraser Head’. ‘In Rainbows' di release pada 10 Oktober 2007 hanya secara download pada internet, memperbolehkan fans untuk mengatur sendiri harga yang mereka inginkan. Saat ini label akan menangani rilis daripada CD album secara fisikal. “Radiohead tak hentinya menjadi inspirasi bagi kami semua, karena mereka tidak pernah gagal mendahului kekreatifitasan. XL Recordings tersanjung untuk bekerjasama dengan Radiohead” jelas XL founder, Richard Russell. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 11 - 20 of 54 |