|
THE ADAMS DI KUPING DENNY SAKRIE (REVIEW) |
|
Selasa, 19 September 2006 |
Harmonisasi vokal berbaur dengan riff gitar yang crunchy dan tegas bahkan terkadang kadang menyilang ke solo minimoog yang imajinatif.Itulah kesan yang mencuat ketika menyimak album kedua kelompok The Adams ini. Sajian semacam ini memang mengingatkan kita pada gerakan "power pop" yang berkecambah di akhir era 60-an terutama jika kita menyimak komposisi The Beatles,Beach Boys bahkan The Byrds.
JUDUL ALBUM : v2.05 ARTIS : THE ADAMS LABEL : AKSARA RECORDS TAHUN : 2006 PRODUSER : ARIO HENDRAWAN AND THE ADAMS Di Indonesia bisa kita telusuri lewat Koes Plus/Bersaudara atau pun Noor Bersaudara. Ditengah riuhnya,band-band berwarna seragam belakangan ini,The Adams terlihat memiliki keunikan.Apalagi saat ini,harmonisasi vokal agak sering diabaikan.The Adams melakukan "pecahan pecahan" nada yang membentuk harmoni melodius nan catchy. Harmoni vokal ini berasal dari semua personil the Adams tanpa terkecuali.Jadi kebayang betapa repotnya konsentrasi jika tampil di pentas pertunjukan.Disamping melodi yang catchy dan akurasi harmoni vokal,The Adams pun menoreh daya pikat dalam pola penulisan lagu yang lugas,ekspresif dan imajinatif.Persoalan simpel sehari-hari tak jarang diangkat menjadi tema lagu.Tak jarang pula mereka mengetengahkan idiom atau ungkapan-ungkapan yang pernah populer di dasawarsa silam. The Adams seolah memoles sesuatu yang vintage dalam konteks kekinian.Jadi tak hanya terjebak dalam romantisme nostalgia.Melainkan memberlakukan hal-hal vintage sebagai materi untuk berekspresi dalam bermusik.Sudah pasti ini bukan hal mudah. Dalam lagu "Berwisata",kita mungkin tergelitik menyimak penyampaian The Adams secara a cappela. Dari segi historis,power pop memang pernah timbul tenggelam.Di era 70-an kita mendengar kiprah Badfinger dan The Raspberries.Dan di era 80-an ada Cheap Trick hingga The Knack.Lalu ada Teenage Fan Club hingga The Posies di era 90-an.Melihat fenomena ini,The Adams mestinya sudah membuat planning apabila sajian musik mereka ini berakhir dengan kulminasi. Tetapi jika mengamati pergeseran antara album pertama dan keduanya,The Adams pasti mampu menyiasiatinya. Yang jelas,lewat album ini,The Adams berhasil mencahar iklim industri musik yang sering berkonotasi epigonistik. |