|
The adams mempermak pop rock khas mereka dengan arasemen vokal berdosis tinggi Oleh Hasief Ardiasyah Rolling Stones Edisi 17, September 2006 The Adams / V2.05 / Aksara    

Mikrofon yang ada di kover V2.05, album kedua The Adams, menjadi simbol dari perkembangan group power pop asal jakarta itu. Kalau vokal The Adams yang relatif sederhana tertimbun oleh lapisan-lapisan distrosi gitar, kini vokalis-gitaris Ario dan kawan-kawan membiarkan kecintaan terhadap gaya bernyanyi The Beach Boys muncul ke permukaan.
Kelima anggota formasi baru The adams ikut menyumbang suaranya, dan hasil dari paduan vokal mereka sering kali terdengar memukau, terutama pada "Gelisah". Mereka bahkan bernyanyi a capella pada "berwisata" - sebuah lagu imut tentang... berwisata - dan kibordis Retiara Haswidya, sang hawa tunggal dalam The Adams, menjadi senjata rahasia yang membuat aransemen vokal pada "Lega" terdengar semakin manis dan melankolis. Tapi ini bukan berarti kalau sisi non-vokal The adams menjadi terabaikan. Musik mereka labih pop dibanding pada album sebelumnya, tapi tetep mempertahankan ciri khasnya yang mengingatkan pada Weezer era Pinkerton dan suara-suara synthesizer '80an a la The Rentals. Unsur rock masih kuat, tapi dengan porsi yang proposional sehingga tidak terdengar aneh dipadu dengan lirik-lirik seputar cinta yang simple tapi tidak gombal nan dangdut seperti kebanyakan lagu cinta indonesia. Musikalitas The Adams cukup rapi, tapi masih ada unsur amburadul yang mempertahankan kejutan dan spontanitas, sehingga tidak terdengar steril. Kalau mendengar lagu-lagu seperti "Selamat Pagi Juwita" dan "Halo Beni", kita akan terpana bagaimana mereka bisa memebuat musik yang sekilas terdengar ganjil tapi entah kenapa tetap mampu menyangkut dengan mudah di telinga. V2.05 adalah salah satu album Indonesia terbaik tahun ini, sebuah candu kuping brilyan yang akan membuat Anda ingin ikut bernyanyi bersama The Adams.
|